Buku Rujukan

header ads

Area Wajah Yang Dibasuh Saat Berwudhu’


Wajah merupakan salah satu anggota tubuh yang wajib dibasuh dalam shalat, tanpanya maka wudhu’ tidak sah kecuali ada uzur. Pembahasan tentang apa yang dimaksud dengan wajah dijelaskan oleh para Ulama dalam kitabnya, di antaranya yang kami kutip di bawah ini:

a. Area Wajah

Imam Syafi’I mengatakan:

فكان معقولا أن الوجه ما دون منابت الشعر الرأس إلى الأذنين اللحيين والذقن
 (الام للشافعيى) 

Secara akal (yang biasa dimaklumi) bahwa wajah itu dari bawah tempat tumbuhnya rambut kepala sampai dua telinga dan dua rahang dan dagu. (Al-Umm karya Asy-Syafi’i)

Dari penjelasan Imam Asy-Syafi’I diatas jelas bahwa yang dimaksud dengan wajah dimulai dari tempat tumbuhnya rambut secara normal. Hal ini dijelaskan oleh Imam Al-Nawawi;

والاعتبار بالمنابت المعتادة لا بمن تصلّع الشعر عن ناصيته ولا بمن نزل إلى جبهته

 (المجموع للنووي) 

Yang dimaksud dengan tempat tumbuhnya rambut berdasarkan kebiasaan (normal) bukan (rambut) orang sudah gugur dari bagian depan kepalanya dan bukan orang yang ada bulu yang tumbuh pada keningnya. (Al-Majmu’ Karya Al-Nawawi)

Maka semua yang ada pada area ini digolongkan wajah yang harus dibasuh dalam wudhu’, baik kulit maupun bulu sepert;i jambang, kumis maupun jenggot sebagaimana dijelaskan dalam kitab  al-Mu’tamad;

ويجب غسل الحاجب والشارب واللحية ظاهرا وباطنا إلا إذا كانت اللحية كثيفة فإن يكفي غسل ظاهرها 

(المعتمد للزحيلى)

Dan wajib membasuh alis mata, kumis, jenggot bagian luar maupun dalam. Kecuali apabila jenggot tersebut tebal maka cukup membasuh bagian luarnya saja (Al-Mu’tamad karya Al-Zuhaili)

b. Lihyah (Jenggot)

Adapun masalah jenggot Imam al-Nawawi juga menyebutkan bahwa;

فان كان ملتحيا نظرت فان كانت لحيته خفيفة لا تستر البشرة ، وجب غسل الشعر والبشرة للاية ، وإن كانت كثيفة تستر البشرة وجب إفاضة الماء على الشعر 

(المجموع للنووي)

Adapun orang yang berjenggot maka dilihat; jika jenggotnya tipis tidak sampai menutupi kulitnya, maka wajib baginya membasuh bulu jenggot tersebut beserta kulitnya berdasarkan ayat. Adapun jenggot yang tebal sampai menutupi kulit maka wajib membasuh pada bulu jenggot saja. (Al-Majmu’ Karya Al-Nawawi).

c. Tahzif (rambut yang tumbuh di pinggir kening)

ذهب ابو العباس بن سريج وأبو على بن أبي هريرة إلى أنه من الوجه

 (الحاوي الكبير للماوردي)

Abu al-Abbas bin Suraij dan Abu Ali bin Abu Hurairah berpendapat bahwasanya rambut pada bagian ini juga bagian dari wajah (Al-Hawi al-Kabir, karya Al-Mawardi)

Referensi:

- Muhammad bin Idris al-Syafi’I, Al-Umm, Masurah: Dar al-Wafa’, 1422 H/2001 M.

- Abu Zakariya bin Yahya bin Syarf al-Nawawi, Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Ordon: Bait al-Afkar al-Dauliyah

- Muhammad al-Zuhaili, Al-Mu’tamad fi al-Fiqh al-Syafi’I, Damaskus: Dar Al-Qalam, 1432 H/ 2011 M. j. 1

- Abu al-Hasan bin Ali bin Muhammad bin Habib al-Mawardi al-Bashri, Al-Hawi al-Kabir Fi FIqh Madzhab al-Imam al-Syafi’I, Beirut: Dar al-Kutb al-‘Ilmiyat


Wallahu a’lam


Penulis:

Muhammad Hanafi, Lc., M.Sy

 (Khadim al-Muntada)