Buku Rujukan

header ads

Bagian Kepala Yang Diusap Ketika Berwudhu’

Secara istilah yang dimaksud dengan mengusap ialah meratakan air dengan tangan yang basah diatas anggota wudhu. Adapun yang dimaksud dengan kepala yaitu tempat tumbuhnya rambut yang normal dari depan diatas kening sampai belakang tengkorak kepala. ((Fiqhul Islam, h. 320)
Perintah mengusap kepala dalam wudhu’ terdapat dalam surat Al-Maidah ayat 6, pada potongan ayat;
... وامسحوا برؤوسكم (المائدة: 6)
… Dan usaplah kepala kalian (QS. Al-Maidah: 6)

Mengenai bagian kepala yang diusap dalam wudhu’ terdapat perbedaan pandangan Ulama, rinciannya dapat kita lihat dalam kitab fiqhul Islam wa adillatuh sebagaiberikut:
1) Mazhab Maliki dan Hanbali mengatakan wajib mengusap seluruh kepala untuk lebih kehati-hatian

2) Mazhab Hanafi berpendapat cukup mengusap seperempat dari bahagian kepala.

3) Adapun pendapat Ulama Syafi'i cukup hanya menyapu sebagian dari kepala saja, detailnya dapat dilihat pada teks berikut;

والرأس: ما اشتملت عليه منابت الشعر المعتاد ، ويكفي مسح ما يمكن ولو شعرة من رأسه وهو أقل شيء من رأسه بأقل شيء من أصبعه ، لما رواه المغيرة بن شعبة رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم توضأ ومسح بناصيته وعلى العمامة". والناصية : مقدم الرأس ، والاكتفاء بالمسح عليها دليل على أن المفروض هو مسح الجزء ويحصل بأي جزء من الرأس بحده ولأن الله تعالى أمر بالمسح وذلك يقع على القليل والكثير.
Dan yang dimaksud dengan kepala adalah bagian kepala yang biasa tumbuh rambut, dan cukup mengusap apa yang memungkinkan saja meskipun sehelai rambut yang ada di kepalanya, dan itu paling sedikit yang terusap dengan jarinya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Mughirah bin Syu’bah ra. Bahwa Rasulullah saw berwuhdu’ dan mengusap pada bagian ubun-ubunnya dan pada bagian imamahnya”. Nashiah (ubun-ubun) itu adalah bagian depan kepala. Dan Rasulullah mengusap pada bagian itu dalil bahwa yang wajib mengusap sebagian saja, dan boleh mengusap pada bagian manapun pada areal kepala, karena Allah ta’ala memerintahkan untuk mengusap secara umum, dan kata mengusap itu berlaku baik banyak maupun sedikit

ويصح مسح بشرة الرأس أو الشعر فى حدوده، لأن الجميع يسمى رأسا لكن لا يجزئ مسح الشعر النازل عن الرأس ، ولو غسل رأسه أو بعضه بدل المسح جاز ، لأنه مسح وزيادة ، وإن كان على الرأس غطاء ، ولا يريد نزعه لعذر أو لغيره عذر فإنه يكفي مسح الناصية وهي مقدمة الرأس لحديث المغيرة السابق ويكفي وضع اليد على الرأس ولا يشترط مدها
dan sah mengusap kulit kepala atau rambut pada batasannya karena semuanya disebut kepala, namun tidak sah mengusap rambut yang gugur dari kepala, meskipun membasuh kepalanya atau sebagiannya mengganti mengusap dibolehkan karena masuk kategori mengusap dan lebih dari sekedar mengusap. Jika di kepala ada penutup dan tidak dapat dilepas karena uzur atau hal lainnya, maka cukup mengusap pada bagian depannya saja berdasarkan Hadis Al-Mughirah sebelumnya dan cukup sekedar meletakkan tangan pada kepada tanpa disyaratkan harus memanjangankan usapannya ke belakang.

والمرأة كالرجل فى صفة مسح الرأس ويمكن أن تدل يدها تحت خمارها حتى يقع المسح على الشعر (المعتمد فى الفقه الشافعي ص: 73)
Dan perempuan sama halnya seperti laki-laki tentang cara mengusap kepala, ia bisa menjulurkan tangannya ke bawah khimarnya sampai terusapkan rambutnya (Al-Mu’tamad Fi Al-Fiqh Asy-Syafi’I, h. 73)

Alasan lainnya cukup menyapu sebagian karena huruf “ba” pada ayat itu diterjemahkan “littab'id” yang berarti "sebagian". Sehingga maknya وامسحوا بعض رؤوسكم  (dan usaplah sebagian kepala kalian)  (Tafsir Al-ayatil Ahkam Ash Shabuni,  j. h.385)

Pendapat ini juga dapat ditemukan dalam I’anatu Al-Thalibin;

ولو كان الممسوح بعض شعرة واحدة فإنه يكفى
Memadai (sah) jika yang diusap sehelai rambut ( I'anatu At-Thalibin, j. 1, h.40)

Dalam kitab Al-Umm juga dijelaskan;

قَالَ الشَّافِعِيّ: أخبرنا إبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ "أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ أَوْ قَالَ مُقَدَّمَ رَأْسِهِ بِالْمَاء" (الأم للشافعى ، ص: 26)
Imam Syafii berkata : Meriwayatkan kepada kami Ibrahim bin Muhammad dari Ali bin Yahya dari Ibnu Sirin dari Almughirah bin Syu'bah "Sesungguhnya Rasulullah saw mengusap ubun-ubunnya atau dia berkata depan kepalanya dengan air (al-Umm, h. 26)

Dari teks di atas jelaslah bahwa bagian kepala yang diusap cukup sebagiannya saja, dan dalam mazhab Syafi’I kata sebagian diterjemahkan meskipun hanya beberapa helai rambut atau bagian kepala saja.

Wallahu 'alam!

 
Penulis:
Hendri Tambusai

Referensi:

1. Muhamad Al-Zuhaili, Al-Mu’tamad Fi Al-fiqh Al-Syafi’I, Damaskus: Dar Al-Qalam, j. 1

2. Muhammad Ali Ash-Shabuni, Rawa’iul Bayan Tafsir Ayat Al-Ahkam Min Al-Qur’an, Cairo: Dar Ash-Shabuni, 142 H/ 2007 M.

3. Wahbah Al-Zuhaili, Fiqh Al-Islam Wa Adillatuh, Damaskus : Dar Al-Fikr, 1438 H/ 2017 M.

4. Usman bin Syatha Al-Bakri Abu Bakar, I’anat Ath-Thalibin, Dar Ihya’ Al-Kutb Al-Arabiyah

5. Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I, al-Umm, Mansurah: Dar Al-Wafa’, 1422 H/ 2001