Buku Rujukan

header ads

Darah Daging Ulama Beracun

Judul ini sebenarnya sudah tidak asing bagi umat Islam, yaitu sebuh ungkapan yang menegaskan betapa bahayanya menyakiti Ulama. Kata beracun bermakna menyakiti Ulama  sama dengan menghancurkan diri sendiri. Bagaimana tidak, Ulama merupakan hamba pilihan Allah yang mewarisi ilmu dan tugas kenabian menyampaikan risalah ajaran Islam kepada umat manusia. Beratnya tugas yang mereka pikul membuat mereka layak mendapatkan kemuliaan lebih dari Allah subhanahu wa ta’ala. 


Orang-orang yang dimulikan Allah ini tentunya lebih layak untuk dimuliakan oleh manusia. Untuk itu, menjelaskan kewajiban manusia untuk memuliakan para Ulama, Abuya Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani dalam kitab Fathul Qarib Al-Mujib pada bab At-Targhib Fi Ikrami Ahlil Ilmi.. mencatumkan ayat;

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (الشعراء: 215)

Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. (Asy-Syu’ara’: 215)


Ayat ini didukung dengan Hadis dari Ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha ia mengatakan: 

أَمَرَناَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم أَنْ نُنَزِّلَ النّاسَ مَنَازِلَهُمْ (رواه أبو داود)

Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam memerintahkan kepada memposisikan orang pada kedudukannya (HR. Abu Daud)


Abuya Sayyid Alawi Al-Maliki menjelaskan hadis ini, beliau mengatakan;

المراد بذلك معماملتهم بذلك معاملتهم على حسب اختلاف مشاربهم وتفاوتهم فى الوظائف الشرعية فى كل موقف ومقام تعليما ومعاملة 

Yang dimaksud dengan hadis ini adalah memperlakukan mereka berdasarkan kemuliaan mereka dan fungsi-fungsi mereka dalam menjalankan syari’at pada setiap sikap dan kedudukan, pengagungan dan mu’amalah yang baik. 


Keterangan Abuya di atas menegaskan dengan terang adanya perintah memuliakan orang-orang yang memang layak untuk dimuliakan dengan perlakuan baik, apalagi Ulama yang merupakan orang-orang pilihan Allah subhanahu wa ta’ala dan pewaris Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Dengan itu, menganggu atau menyakiti mereka berbeda dengan menyakiti orang biasa. 


Imam An-Nawawi rahimahullah mengutip perkataan Ibnu Asakir rahimahullah

قال الإمام الحافظ أبو القاسم بن عساكر رحمه الله

اعلم يا أخي ، وفقنا الله وإياك لمرضاته وجعلنا ممن يخشاه ويتقيه حق تقاته ، أن لحوم العلماء مسمومة ، وعادة الله فى هتك أستار منتقصيهم معلومة ، وأن من أطلق لسانه فى العلماء بالثلب ابتلاه الله تعالى قبل موته بموت القلب. قال تعالى : فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (النور: 63)


Al-Imam al-Hafiz Abul Qasim Ibnu Asakir rahimahullah berkata:

Ketahuilah saudaraku, semoga Allah memberi taufiq kepada kita dengan keridha-annya dan menjadikan kita di antara orang yang takut kepada-Nya dengan ketakwaan yang sesugguhnya. Ketahuilah bahwa daging Ulama itu beracun dan Allah akan membuka tirai para pencela mereka. Orang yang lidahnya mencaci Ulama, Allah akan menguji mereka sebelum mati dengan mematikan hati mereka. Ingatlah firman Allah:

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih (An-Nur: 63)


Begitu sayangnya Allah dengan Ulama, sampai Allah memposisikan mereka dibarisan-Nya. Untuk itu jangan kriminalisasi Ulama, jangan tuduh Ulama, jangan ganggu Ulama. Dalam hadis Qudsi Allah tegaskan;

مَن عَادَى لِي وليًّا فَقَدْ آذنتُه بِالْحَرْبِ  (رواه البخارى)

Siapa memusuhi wali-Ku maka Aku nyatakan perang terhadapnya. (HR. Al-Bukhari)


Jika berkumpul seluruh manusia sampai hari kiamat untuk memerangi Allah, maka kekalahan akan berada pada mereka, kerusakan hidup akan terjadi pada mereka, kesengsaraan akan mengiringi mereka. Na’udzubillah!. 


Sumber:

1. Muhyiddin Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Al-Nawawi Al-Syafi’I, Al-Tibyan, Jakarta: Dar Al-Kutub Al-Islamiyah, 1433 H/ 2012 M.

2. Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani, Fathu al-Qarib al-Mujib Ala Tahdzib al-Targhib Wa al-Tarhib, Hai’ah Al-Shafwah Al-Malikiyah


Penulis: Muhammad Hanafi, 

Khadim Muzakarah Al-Muntada