Buku Rujukan

header ads

Muliakan Ahlul Qur’an, Jangan Sakiti Mereka

Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Tibyan menulis satu bab yang ia beri judul:

فى إكرام أهل القرآن والنهي عن إيذائهم

Tentang memuliakan ahlul Qur’an dan larangan menyakiti mereka

Dari judul ini dapat ditangkap pesan kewajiban untuk memuliakan ahlul qur’an (penghafal Al-Qur’an dan orang yang banyak berinteraksi dengan kitab suci umat Islam). Selain itu, dalam bab ini Imam An-Nawawi juga memberi pesan agar hati-hati memperlakukan ahlul qur’an, jangan sampai mereka tersakiti oleh tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar.


Beberapa ayat al-Qur’an yang menjadi landasan dalam masalah ini

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ (الحج : 32)

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati (Al-Hajj: 32)


Al-Qur’an merupakan syi’ar Allah, dan orang yang membawa al-Qur’an di dadanya menjadi orang yang bertanggungjawab untuk menebar syi’ar tersebut, sehingga memuliakan mereka berarti memuliakan syi’ar Allah.

Dalam ayat lainnya Allah juga menegaskan untuk tidak sembarangan menyakiti orang yang beriman.

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا (الاحزاب: 58)

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata (Al-Ahzab: 58)


Ahlu Qur’an sangat layak disebut orang yang beriman, sehingga menyakiti mereka dengan tuduhan tanpa ada bukti yang nyata masuk dalam ayat di atas secara umum. 

Selain ayat-ayat di atas, kita juga dapat menemukan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللهِ تَعَالَى إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ، وَ حَامِلِ الْقُرْآنِ غَيْرَ الْغَالِي فِيْهِ وَ الجَافِي عَنْهُ، وَ إِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ 

Sesungguhnya di antara cara mengagungkan Allah Ta’ala ialah dengan memuliakan orang muslim yang sudah berumur, Pembawa (penghafal) Al-Quran yang tidak berlebihan dan tidak pula ceroboh, serta menghormati pemerintah yang adil. (HR. Abu Daud)


Dari ayat dan hadis di atas, jelaslah bagaimana Allah dan Rasul-Nya menginginkan kita untuk memuliakan penghafal al-Qur’an yang merupakan orang-orang khususnya Allah subhanahu wa ta’ala.


Sumber:

Muhyiddin Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Al-Nawawi Al-Syafi’I, Al-Tibyan, Jakarta: Dar Al-Kutub Al-Islamiyah, 1433 H/ 2012 M.


Penulis: Muhammad Hanafi, 

Khadim Muzakarah Al-Muntada