Buku Rujukan

header ads

Alasan Orang Islam Mengadakan Maulid Nabi


Kegiatan “Maulid Nabi” biasa dilakukan Umat Islam di berbagai penjuru dunia untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, kegiatan ini biasa dilakukan pada bulan Rabi’ul Awwal yang disemat dalam kegiatan ta’lim pembacaan sirah (perjalanan hidup) sang Rasul tercinta dan diiringi dengan do’a, shalawat, tilawah, sedekah dan ibadah lainnya.

Beberapa dalil yang mendukung kegiatan ini sangat banyak sekali, kita sederhanakan dalam beberapa poin berikut:

1. Maulid Nabi merupakan upaya Syi’ar

Mensyi’arkan agama Islam dan semua berkaitan dengan ajarannya diperintahkan dan menjadi bukti ketakwaan hati. Adapun kegiatan Maulid Nabi juga merupakan sarana yang dibuat untuk me-refresh cinta Muslim kepada Nabinya, dan memperkenalkan sosok yang mestinya mereka jadikan idola dalam hidup mereka. Dalam hal ini Allah menegaskan;

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ (الحج : 32)

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati (Al-Hajj: 32)

2. Maulid Nabi ungkapan cinta

Mencintai Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam merupakan suatu kewajiban bagi setiap Umat Islam. Maulid Nabi yang dikemas dalam bentuk ta’lim memperkenalkan Nabi Muhammad kepada Umatnya dan shalawat yang berisikan pujian kepada Nabi Muhammad juga merupakan salah satu cara mengungkapkan cinta kepadanya.

Dalam sebuah pesan Rasulullah kepada Umar bin Khattab ra.

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Tidak seorang pun di antara kalian beriman (dengan iman yang sempurna) sampai aku (Nabi Muhammad ﷺ) lebih dicintainya daripada anaknya, orangtuanya, dan seluruh umat manusia (HR. Muslim no. 44).

3. Maulid Nabi merupakan bentuk ungkapan Bahagia

Allah memerintahkan manusia untuk bergembira dengan karunianya. Ini bisa kita dalam ayat berikut:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ  (يونس: 58)

Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan (Yunus: 58)

Adapun Nabi Muhammad merupakan rahmat dan karunia terbesar dari Allah swt kepada Hamba-Nya. Sebagaimana Allah katakana:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ (الانبياء: 107)

Dan tidaklah kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi sekalian alam (Al-Anbiya’: 107)

Dalam hadisnya Nabi juga mengatakan:

إنما أنا رحمة مهداة

Sesungguhnya aku adalah rahmat yang membawa petunjuk (HR. Hakim)

4. Maulid Nabi Ungkapan Syukur

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ketika ditanya mengapa ia berpuasa di hari Senin, ia menjawab:

ذاك يوم ولدت فيه 

Itu adalah hari dimana aku dilahirkan (HR. Muslim)

Jawaban Rasulullah ini menjadi isyarat bahwa ia menjadikan puasa sebagai ungkapan syukur atas kelahirannya. Ini menjadi dalil bolehnya memperingati kelahiran dengan melakukan kebaikan-kebaikan, baik dengan puasa, sedekah, ta’lim dan kegiatan lainnya. Adapun kelahiran yang paling layak untuk disyukuri adalah kelahiran baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena ia lebih dicintai oleh seorang Muslim bahkan dari diri mereka sekalipun.

Wallahu A’lam


Penulis:

Muhammad Hanafi (Khadim al-Muntada)