Buku Rujukan

header ads

Bukti Cinta Kepada Nabi Shallallahu allaihi wa sallam

Mencintai Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam  sangat penting sebagai bukti berimannya kita kepada utusan Allah tersebut, dan cinta itu pula yang akan menyebabkan kita menjadi golongannya di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam sabdanya:

إِنَّكَ مَعَ مَنْ اَحْبَبْتَ

Sesugguhnya kamu golongan orang yang kamu cintai.

Mencintai Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam harus lebih dari segala-galanya, karena mencintai Nabi bukti mengimaninya sebagai Nabi. Suatu ketika Umar bin Khattab menyatakan cintanya kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam

يَا رَسُوْلَ الله لَأَنْتَ أَحَبُّ إليَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إلاَّ مِنْ نَفْسِيْ فَقَالَ النبي صلى الله عليه وسلم لاَ ،  وَالّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ حتَّى أكُونَ أحَبَّ إلَيْكَ مِن نَفْسِكَ  (رواه البخاري: 6632)

Anda adalah orang yang paling saya cintai, kecuali atas diriku sendiri. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pun menjawab: “Demi Allah, (imanmu) tidak (sempurna) hingga aku lebih engkau cintai, bahkan atas dirimu sendiri.

Begitu pentingnya mencintai Nabi, sampai kenikmatan beriman hanya akan didapatkan jika tingkat kecintaan kepadanya berada pada level yang tinggi

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ (رواه البخارى: 16 ومسلم: 43)

Tiga perkara yang membuat seseorang akan mendapatkan manisnya iman yaitu: Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya; mencintai saudaranya hanya karena Allah; dan benci kembali pada kekufuran sebagaimana benci dilemparkan dalam api 

Untuk membuktikan cinta itu, kita harus menghidupkan sunnah-sunnahnya dan menjadikan sunnah tersebut sebagai warna kehidupan. Untuk itu, beberapa hal penting untuk dijaga sebagai bukti kecintaan kepadanya;

1. Istiqamah dengan sunnahnya

Dalam sabdanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan:

يَا بُنَيَّ إِنْ قَدَرْتَ أَنْ تُصْبِحَ وَتُمْسِيَ لَيْسَ فِي قَلْبِكَ غِشٌّ لِأَحَدٍ فَافْعَلْ ثُمَّ قَالَ لِي يَا بُنَيَّ وَذَلِكَ مِنْ سُنَّتِي وَمَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ

 “Wahai anakku! Jika kamu mampu pada pagi sampai sore hari di hatimu tidak ada sifat khianat pada seorangpun, maka perbuatlah,” kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku lagi: “Wahai, anakku! Itu termasuk sunnahku. Dan barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barangsiapa yang telah mencintaiku

2. Mengidolakannya

Hal penting lainnya yaitu mengidolakannya. Dengan cara menjadikannya sosok panutan yang mewarnai semua aspek kehidupan, menjadikannya contoh dalam semua lini kehidupan.

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (التوبة: 24)

“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (At-Taubah: 24)

3. Memperbanyak Shalawat 

Menyebut orang yang dikasihi juga merupakan bukti kecintaan. Menyebut Nabi Muhammad harus disertai dengan shalawat. Allah ingin shalawat terus dilantunkan dari mulut-mulut orang beriman.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (الاحزاب: 56)

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Al-Ahzab: 56)

4. Mencintai orang yang dicintainya

لَا تَسُبُّوا أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِي فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَوْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ 

Janganlah mencaci maki salah seorang sahabatku. Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak menyamai satu mud (yang diinfakkan) salah seorang mereka dan tidak pula separuhnya Simak selengkapnya disini. (Muslim: 2541)


Penutup:

Penting bagi seorang muslim untuk mencintainya, dan berusaha menjadikannya sebagai cerminan hidup. Menghidupkan sunnah-sunnahnya sampai seakan-akan ia masih ada di antara kita. Inilah yang ia katakan

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ فِي يَدِهِ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أَحَدِكُمْ يَوْمٌ وَلَا يَرَانِي ثُمَّ لَأَنْ يَرَانِي أَحَبُّ إِلَيْهِ مَنْ أَهْلِهِ وَمَالِهِ

Demi Dzat, yang jiwa Muhammad di tanganNya (Allah). Pasti akan datang pada salah seorang dari kalian satu waktu, dan ia tidak melihatku, kemudian melihat aku lebih ia cintai dari keluarga dan hartanya 


Penulis:

Muhammad Hanafi (Khadim al-Muntada)