Buku Rujukan

header ads

Cara Lepas Dari Hutang Riba

Pertanyaan:

Assalaamu'alaikum Ustadz! 

Saya ingin bertanya, saya memiliki pinjaman di bank konvensional. Setelah mengaji tentang bahaya dan dosa riba, saya ingin berhenti dari dosa riba ini Ustadz. Saya juga pernah dengar dari salah satu Ustadz, katanya kalau kita berhutang riba, kita hanya wajib membayar pokoknya saja, sementara bunganya haram untuk dibayar. Apakah benar begitu Ustadz? Bagaimana caranya agar saya bisa lepas dari hutang riba ini Ustadz?

Jawab :

Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wa barakatuh

Pertama; Jika ada dana, bom (lunasi) hutang riba. Jika tak ada dana, tapi punya aset, jual aset untuk lunasi hutang riba.

Kedua; Tidak ada rumusannya sudah buka hutang riba lalu tak mau bayar angsurannya (pokok+bunga). Soalnya kita hidup di NKRI dengan aturan hukum yang berlaku di NKRI. Perjanjian/perikatan mengikat kedua belah pihak. Pergi ke Pengadilan/Mahkamah manapun tetap yang tidak bayar hutang (mangkir) adalah pihak yg salah.

Ketiga; Alternatif lain, untuk lepas dari riba ajukan permohonan take over (pengalihan) kredit (konvensional) melalui bank syariah. Sehingga hutang/pinjaman (konvensional) beralih menjadi pembiayaan di bank syariah.

Keempat; Jika tak ada dana atau asset yang bisa dijual untuk bom (lunasi) hutang riba. Juga tak ada bank syariah yang bersedia meng-take over (karena tak memenuhi syarat), maka terpaksa harus membayar angsuran (pokok+bunga) setiap bulannya sampai lunas. Jatuhnya darurat (terpaksa, semoga Allah mengampuni dosa kita) :

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ (البقرة: 173)

".....Tetapi barang siapa terpaksa , bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. al-Baqarah: 173)"

Pengecualian ini tentu saja dengan SYARAT setelah lunas nanti (selesai hutang ribanya). Jangan pernah lagi buka hutang riba di lembaga keuangan konvensional. Semoga Allah ta'ala mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan kita istiqomah di jalan-Nya.


Wallahu a'lam.

Konsultasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU)

Oleh : Ust. Noki Syafriadi, Lc. M.E.Sy