Buku Rujukan

header ads

Memakmurkan Masjid

Ma’syiral Muslimin Rahimakumullah 

Masjid merupakan tempat yang paling sakral bagi kehidupan Umat Islam, keberadaannya berfungsi sebagai sentral kegiatan keagamaan yang dapat menunjukkan kekuatan dan kekompakan sesama Muslim. Padanya juga Umat Islam mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan terlebih lagi masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana yang disampaikan Rasulullah saw dalam hadis Abu Hurairah ra.

أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا

Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid dan yang paling dibenci Allah adalah pasar.

Jika kita melihat dalam sejarah penggunaannya, masjid tidak hanya digunakan untuk kegiatan ibadah, namun ia juga berfungsi sebagai madrasah tempat para sahabat belajar, juga berfungsi sebagai tempat tinggal bagi sahabat-sahabat miskin yang tidak memiliki rumah yang disebut dengan ahlussuffah, bahkan masjid juga difungsikan sebagai tempat merawat pasukan yang terluka di Medan perang, dan banyak fungsi lainnya.

Keberadaannya yang begitu penting dalam kehidupan Masyarakat Muslim, maka setiap Muslim punya kewajiban untuk memakmurkannya. Sebagaimana Allah perintahkan

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللّهِ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللّهَ فَعَسَى أُوْلَـئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ الْمُهْتَدِين (التوبة: 18)

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (At-Taubah: 18)

Memakmurkan masjid diartikan dengan melestarikan masjid, bentuk pemakmurannya dilakukan dengan dua hal;

Pertama; membangun dan merawat. Makna ini dapat kita lihat dalam riwayat Anas bin Malik ra. Rasulullah saw mengatakan;

مَنْ بَنَى لِلّهِ مَسْجِدًا صَغِيْرُا كَانَ أَوْ كَبِيْرًا بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فيِ الْجَنَّةِ

Barangsiapa membangun masjid kecil maupun besar Allah akan bangunkan untuknya rumah di Surga (HR. Tirmizi)

Membiayai kebutuhan masjid adalah tempat terbaik untuk membelanjakan harta yang pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang membelanjakan hartanya tersebut. Anas bin Malik meriwayatkan sabda Rasulullah saw

سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ: مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا، أَوْ أَجْرَى نَهْرًا، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا، أَوْ غَرَسَ نَخْلًا، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

Tujuh amalan yang pahalanya senantiasa mengalir bagi seorang hamba setelah wafat ketika berada di alam kubur, yaitu: Barangsiapa yang mengajarkan ilmu, Mengalirkan sungai, Menggali sumur, Menanam pohon kurma, Membangun masjid, Mewariskan mushaf, atau Meninggalkan seorang anak yang memohonkan ampun untuknya setelah wafat.

Hal ini tidak lepas dari perintah Rasulullah untuk merawat masjid. Sebagaimana terdapat dalam Riwayat Bunda Aisyah ra

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِبِنَاءِ الْمَسَاجِدِ فِي الدُّورِ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ

Rasulullah memerintahkan kepada kami membangun masjid di perkampungan dan memerintahkan untuk membersihkan dan mengharumkannya.

Kedua; Memakmurkan masjid bermakna beribadah di dalamnya. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah ra Rasulullah saw mengatakan;

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ»، وذكر منها: وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ

Ada tujuh golongan yang akan senantiasa dalam naungan Allah pada saat tidak ada lagi naungan kecuali naungan Allah. Di antaranya… seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid

Abu Sa’id al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda;

إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُل يَعْتَاد الْمَسْجِد فَاشْهَدُوا لَهُ بِالْإِيمَانِ. قَالَ تَعَالَى: إِنَّمَا يَعْمُر مَسَاجِد اللَّه مَنْ آمَنَ بِاَللَّهِ وَالْيَوْم الْآخِر.

Apabila kalian melihat ada orang yang biasa berada di masjid, maka bersaksilah bahwa ia beriman. Allah berfirman: sesungguhnya orang yang memakmurkan masjid Allah adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat.

Penutup

Menjadi pemakmur masjid adalah pembuktikan iman kepada Allah dan hari Akhirat. Orang yang mampu melakukannya adalah orang-orang pilihan Allah swt.

إِنَّ اللهَ لَيُنَادِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَيْنَ جِيرَانِي, أَيْنَ جِيرَانِي? قَالَ: "فَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ: رَبَّنَا! وَمَنْ يَنْبَغِيَ أَنْ يُجَاوِرَكَ? فَيَقُولُ: أَيْنَ عُمَّارُ الْمَسَاجِدِ؟

Anas bin Malik mengatakan: Rasulullah saw bersaba: Nanti di hari Kiamat Allah memanggil-manggil: mana jiranku, mana jiranku? Malaikat pun berkata: siapa yang menjadi jiranmu? Allah kemudian mengatakan: mana orang-orang yang memakmurkan masjid?


Penulis:

Muhammad Hanafi (Khadimul Muntada)